
trypunya
Rabu, 15 Februari 2012
Cintaku Bersemi Di Putih Abu_Abu (Cerbung)
Di pagi buta terlihat seorang gadis berparas
cantik nan ayu yang telah selesai melaksanakan kewajibanya sebagai seorang
muslim. Setelah itu Ia membantu ibunya yang sedang menyiapkan sarapan pagi buat
keluarga kecilnya. “pagi bun! Hari ini masak apa nih? ” tanyanya kepada Bundanya.
“ bunda, masak rendang nih, ayo bawa ke meja makan” bundanya memberikan
ssepiring rendang ayam yang siap untuk di santap pagi ini. “ jangan lupa
bangunkan kakamu Ki ” lanjut bunda.
Ku langkahkan kakiku untuk
menuju kamar kakaku yang terletak di lantai dua, sebenarnya sih bersebelahan
dengan kamarku. Heeee, soalnya aku tak mau jauh dari kakaku. Aku begitu manja
padanya,eitsssssssssss tunggu, jangan salah paham aku manja hanya pada kakakku,
tidak ke pada semua orang bahkan bunda dan ayah ku. “ tok tok tok, ka ayo
bangun dan turunlah, sudah di tunggu untuk sarapan.” Ucapku membangunkan
kakakku ini. “ ya, bawel, ini kakamu yang ganteng sudah bangun dari tadi, tak
usah kau bangunkan.” Jawab kakakku dari dalam kamarnya. “ Aisssssh, PeDenya
kumat,,,” batinku sambil meninggalkan kamarnya.
Oh ya, kenalkan
namaku Sahroh Yuki Latifah, Aku seorang siswi SMA 1 NEGERI ISLAM, aku tinggal
bersama Ayah,Bunda, dan seorang Kaka yang bisa dibilang lumayan tampan lah,
karna dia banyak di sukai wanita, bahkan temanku banyak yang mendekatiku hanya
untuk bisa berkenalan dengannya. Oh ya, nama kakaku itu Syarid Kiki Nurohmat. Panggil
aja Ka Kiki seperti teman_temanya memanggilnya. Tapi kalau Aku sering
memanggilnya Ka Ari, karna aku tak suka memanggilnya Kiki,, fuihhhh, itu sama
seperti Bunda dan Ayah memanggilku. Kaka ku itu sering komplen sama Bunda dan
Ayah karna memangilku Kiki seperti nama Kaka ku itu, tapi bagiku ga ada yang
perlu dipermasalahkan. Maka tak jarang setiap kali teman Ka Kiki datang yang di
panggil Bunda adalah aku. Ahh, hampir lupa,, aku biasa dipanggil Yuki atau
Latif, sama teman_teman dan kakak ku, terkecuali bagi Bunda dan Ayahku,
heeeee,.
Setelah selesai sarapan Aku dan
kaka ku berpamitan kepada Bunda dan Ayah untuk segera berangkat ke sekolah. Nah,
Ka Kiki ini sekarang duduk di bangku kelas 3 SMA, sedangkan aku sendiri masih
kelas 1 SMA. Kami berangkat bersama dengan kendaraan pribadi milik Ka Kiki.
Setelah sampai di sekolah, Aku
dan Ka Kiki menuju kelas masing_masing. “ ka, nanti tungguin Aku sebentar ya
pulangnya!” minta ku sebelum aku memasuki kelasku. “ ya, emang mau ngapain dulu
sih? ” tanya Ka Kiki. “ emmm, aku ada urusan bentar ko,, kaka ga perlu tau.” Jawabku
mempermainkannya. “ huuuf, dasar kau ini. Ya sudah masuk gih! ” ucapnya. “aissshhh,
sakit tau,, ya,, bayyy kaka ku yang jelek.” Aku berlari meninggalkanya sebelum
Dia mencubit hidungku lagi.
“ hay, Ki,” sapa seorang
sahabatku yang bernama Shanah Kholifah Airin. “ hay,,, sibuk banget Rin,
ngapain sih?” tanyaku yang melihatnya sedang mengerjakan sesuatu. “ ah, kau
ini, seperti tak tau sahabatmu ini.” Jawabnya tanpa mengalihkan pandnganya dari
aktivitasnya. “ pasti kamu belum ngerjain tugas Pak Ahmad lagi ya! Dasar kau
ini, kapan mau pintar kalau tugas saja tak kau kerjakan.” Jawabku duduk
disampingnya.
Yah, itulah teman sekaligus
sahabatku yang setia menjadi sahabatku, walau kadang ngeselin juga akan
tinggkahnya yang mengagumi kaka ku. Dan kalau sudah berurusan dengan kaka ku
behhhh,,,, aku di cuekin.
bersambung...........................................
cerpen
CERITA UKY (YUKI TYANA ROUEND)
Pagi yang cerah secerah
hati seorang gadis manis, cantik, menawan dan baik hatinya, yang tengah
bersiap_siap untuk memulai akttifitasnya dengan memulainya berangkat kekampus.
“ heeemm, pagi yang indah, semoga hariku juga indah seindah pagi ini.” Ucap
gadis ini. Terdengar panggilan memanggil namanya dari ruang bawah, ya siapa
lagi kalau bukan sang pengasuhnya yang setia menemaninya selama ini. “ nenk,
uky, ayo turun sarapan dulu, si mbok, dah siapin”. “ ya mbo, sebentar lagi
turun” jawabnya. Setelah selesai berdandan sederhana tapi tetap nampak cantik,
karena pada dasarnya Uky cantik , yah gadis ini biasa di panggil uki yang nota
bennya bernama Yuki Tyana Rouend, anak dari seorang pengusaha terbesar di
Indonesa ataupun di Inggris.
Uky memang sudah ter
biasa tinggal bersama pengasuhnya dari kecil, kaarena ayahnya yang sibuk,
tetapi tak pernah melupakan anak semata wayangnya itu, karena setiap waktu
ayahnya selalu menelfon atau sms, tuk menanyakan keadaanya atau sekedar
menyapanya, jadi uky tak pernah merasa kurang di perhatikan, bahkan Dy merasa
sangat di perhatikan ayah tercintanya, karena hanya ayah lah yang Dy punya saat
ini. Sedangkan ibunya sudah meninggal saat melahirkannya. Wlau hanya mendapat
kasih sayng dari ayahnya Uky tetap bahagia, karena ayahnya begitu menyayanginya
walau ayahnya tak selalu disisinya. Tapi tu tak membuatnya marah pada sang
ayah. Malah dia bersyukur memiliki ayanh yang negitu sayang, dan perhatian
padanya.
“mbo, hari ini Uky
pulangnya agak telat yah, karna ada tugas yang harus di selesaikan dulu di
kampus “ ucanya sambil menyantap sarapan paginya. “ ya nenk, tapi pulangnya
hati-hati yah!” nasehat mbok ariya. “ ya mbok, kalau begitu, Uky berangkat dulu
y mbok!”
*********
Di kampus Uky begitu
terkenal dikalangan mahasiswa atau pun mahasiswi, bukan hanya akan kekayaanya
yang super kaya, tetapi juga akan kecantikanya, kebaikannya, kepintaranya,
bahkan keramahannya. “ entah lah mereka berteman denganku tulus atau tidak, aku
tak tahu, yang jelas mereka selalu baik terhadap ku, tapi tak semua, karna ada
satu genk cwek yang super duper benci sama aku, entah karena apa aku juga tak
tau.” Uky melanjutkan perjalananya menuju ruang kelasnya. “hy Uky cantik’ sapa
seorang teman cowoknya. “hay’ jawab Uky disertai senyyumnya yang begitu manis
dari bibir mungilnya. “Ky, Uky..huuuuuf, aku mencarimu dari tadi, kemana saja
kau ini.” Ucap Radit. “memang ada apa? Ka Radit mencari Uky se pagi ini, uky
barusaja datang’. Radit, merupakan teman seangkat Uky, tapi umurnya 2 tahun
lebih tua dari Uky, sehingga Uky memanggilnya kk. ‘ tak apa, aku hanya kangen
saja sama kamu” ucap Radit sambil mencolek dagu Uky. “ aisssssh, kk ini
pagi-pagi sudah ngegombal, lihat lah ada yang jemburu di sebelah sana.’ Jawab
Uky sambil melirik Vanesa yang tak jauh dari tepat duduk mereka. “ biarlah, toh
dy bukan siapa-siapa kk” tambahny. Uky hanya menggelengkan kepalanya akan
tingkah sahabtnya yang sudah dianggapnya kk ini.
“Kuingin terbang
seperti burung yang bebas kemanapun ia mau, melihat pemandangan alam yang indah
dari atas sana, lebih dekat denganmu mah,” tak terasa air mata ini menetes
membasahi pipiku ini. Aku sangat merindukan mamah yang tak kukenal selama ini.
“ hay, sedang apa kau disini gadis manis ko sendirian!”. Sapa seorang pemuda
yang nampak begitu tampan, tapi bagiku itu biasa. “ tak ada urusanya denganmu.”
Jawab ku. “ boleh ku temani?” tanyanya lagi yang begitu mengganggu ku. “
huuuff, apa kau tak da kegiatan lain selain menggangguku?” ucapku sedikit
kesal. “ upsss, sorry jika aku mengganggu mu, tapi tak ada niatku mengganggu
mu, aku hanya ingin berteman dengan mu”. Jelasnya. “ untuk saat ini aku sedang
tak ingin beerkenalan denganmu, kalau begitu aku permisi dulu, masih banyak
urusan”. Ucapku meninggalkannya.
*********
Semenjak pertemuan itu
dy selalu menggangguku dan mencoba mendekatiku, dengan berbagai cara yang ia
lakukan, sebenarnya aku merasa terganggu sekali, tapi kadang ulahnya bikin aku
tertawa. “ hay, gadis manis yang jutek, kita bertemu lagi. Apa kau masih ingat
denganku?” tanyanya padaku. “hemmm, siapa yah ?” jawabku, sebenarnya aku ingat
tapi aku hanya ingin dy tak mengganggu ku lagi. “ masa sih, aku yang kemarin di
tman, masa kau tak ingat dengan ku, cowok ganteng, manis, baik pula.” Ucapnya
super duper kepedean banget.... “ huuufffffff, kau ini terlalu memuji diri
sendiri” dengusku sedikit kesal tapi juga tak ku pungkiri dia lucu.
Langganan:
Postingan (Atom)







